Menyongsong
Fajar di Timur Donggala
Kala itu kegelapan masih bertahan menyelimuti alam semesta. Suasana hening menggelayut. Belum terdengar suara kendaraan bermotor beradu, alih-alih asap knalpot yang menimbulkan polusi udara tak berkesudahan. Tarikan nafas berseling dengan hembusan yang menyelusup teduh hingga ke rongga dada. Namun gelap ini bukanlah pertanda malam. Perlahan tapi pasti semburat kebiruan mulai menampakkan diri. Titik-titik embun yang menempel di pucuk daun menjadi penanda mutlak bahwa fajar akan segera menyingsing. Secara perlahan menggantikan kabut malam dengan benang emas matahari yang menggurat indah di langit.
Kala itu kegelapan masih bertahan menyelimuti alam semesta. Suasana hening menggelayut. Belum terdengar suara kendaraan bermotor beradu, alih-alih asap knalpot yang menimbulkan polusi udara tak berkesudahan. Tarikan nafas berseling dengan hembusan yang menyelusup teduh hingga ke rongga dada. Namun gelap ini bukanlah pertanda malam. Perlahan tapi pasti semburat kebiruan mulai menampakkan diri. Titik-titik embun yang menempel di pucuk daun menjadi penanda mutlak bahwa fajar akan segera menyingsing. Secara perlahan menggantikan kabut malam dengan benang emas matahari yang menggurat indah di langit.